Dampak Kenaikan Harga BBM Terhadap Keuangan Negara

KEUANGAN NEGARA

Disusun oleh :
Cherly Rhesfinola (C1B021135)

Dosen pengampu :

Alva Beriansyah, S.IP., M.I.P.


_________________________________________________________________________


Dampak Kenaikan Harga BBM Terhadap Keuangan Negara 

Pekan lalu pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM subsidi yang membuat perhatian pelaku pasar tertarik belakangan ini. Inflasi adalah dampak yang paling terasa dari kenaikan harga BBM. 

Pertama, BRI Danareksa Sekuritas melakukan riset memperkirakan inflasi bisa saja naik 6,73% year on year pada bulan Oktober 2022.

Kedua, kebijakan moneter akan lebih ketat dengan ekspektasi kenaikan suku bungga di kisarkan 75-100 basis poin (bps) tahun ini dikarenakan kenaikan inflasi ini.

Dan juga, kenaikan harga BBM subsidi ini juga akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Sektor automotive, rokok, logistik, unggas dan teknologi yang memiliki risiko terdampaknya daya beli tersebut.

Ketiga, volatilitas nilai tukar juga turut menjadi faktor cermatan. Karena pelemahan nilai tukar rupiah juga memiliki dampak negatif seperti pada kinerja keuangan bagi emiten yang bergantung terhadap impor bahan baku dari luar.

Tetapi, harga BBM naik sudah seharusnya dan sepantasnya dikarenakan setiap kali kita membeli pertalite dan solar dengan harga yang lama itu bukan dikarenakan harganya murah tapi pemerintah membakar uang melalui subsidi.

Kenapa bisa begitu? Karena harga aslinya jauh di atas itu, dikarenakan harga minyak dunia sekarang sudah mengalami kenaikan yang sangan signifikan. 

Kita juga harus ingat, Indonesia itu sudah bukan Net Exportir minyak tapi sudah menjadi Net Importir minyak. Artinya, konsumsi minyak kita lebih besar dari pada produksinya.



Banyak pengamat yang bilang pemerintah Indonesia kurang kreatif padahal jelas sekali statement ini salah. Karena uang yang dipakai pasti menambah utang atau bisa menaikan pajak.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Marketing Management

Keuangan Negara (Ilmu Pemerintahan)